Ciptakan Kamtibmas dan Kamtibmas 385 Personil Diterjunkan
![]() |
Kapolres Bima Kota AKBP Didy Putra Kuncoro SIK MSi, saat memimpin apel di halaman Polres setempat, Minggu sore (30/3). |
![]() |
Kapolres Bima Kota AKBP Didy Putra Kuncoro SIK MSi, saat memimpin apel di halaman Polres setempat, Minggu sore (30/3). |
![]() |
Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin memimpin rapat koordinasi dengan Forkompinda di ruang rapat wali kota, Jumat (21/3). |
![]() |
Wali kota HA Rahman H Abidin bersih-bersih di halaman masjid Al Muwahidun, Jumat (21/3). |
![]() |
Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin (Kiri) Bupati Bima, H Ady Mahyudi (Kanan) bersama Gubernur NTB H Lalu Muhamad Iqbal di Kantor Gubernur, Selasa (18/3). |
![]() |
Wakil Wali Kota Bima saat berbincang dengan penjual di Pasar Ama Hami, Jumat (14/3) untuk mengecek harga bahan pokok menjelang lebaran 1446 Hijriyah. |
![]() |
HA Rahman H Abidin |
Bimanews.id - Wali Kota Bima, HA Rahman H Abidin, sepertinya sangat serius menanggapi apa yang dikatakan Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Indonesia, Fahri Hamzah. Dia mengatakan kota ini jorok dan kumuh saat kunjungan beberapa waktu lalu.
Tanggapan itu dibuktikan dengan aksi gerak cepat yang dilakukan Aji Man sapaan akrabnya ini dan Wakil Wali kota Feri Sofiyan melalui berbagai upaya penataan kembali kota. Dimulai dengan menata kembali pedagang kaki lima, taman-taman dan penerangan di pojok kota.
Seperti beberapa waktu lalu, dia mengunjungi area batas kota. Disana mantan Ketua KONI Kota Bima ini meminta Dinas Perhubungan untuk memasang penerangan jalan dan taman. Kemudian meminta Dinas Lingkungan Hidup menata dan merapikan taman di lokasi yang menjadi gerbang masuk Kota Bima ini.
Bukan hanya itu, Minggu (9/3) malam lalu, mantan Anggota DPRD Kota Bima ini mengunjungi Masjid Terapung Ama Hami dan taman sekitar. Disana Aji Man meminta Dinas PUPR kota untuk melengkapi semua sarana pendukung masjid. Serta memastikan kondisi air untuk terus tersedia.
"Saya minta lampu kembali dipasang ulang, kemudian sarana yang dulu berfungsi kini tidak lagi dipastikan untuk tersedia kembali. Seperti lampu taman, rambu pemisah WC pria dan wanita serta lainnya," tegas mantan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Provinsi NTB ini.
Masih di lokasi yang sama, dia juga meminta pada Kabag Kesra Setda Kota Bima agar memastikan fasilitas penunjang di masjid diperhatikan. Apa pun yang menjadi kekurangan dilakukan pembenahan. Untuk urusan anggaran, dia meminta untuk dilakukan perhitungan dengan matang.
Tidak hanya itu, taman di sekitar juga dilakukan perbaikan. Sehingga masjid yang menjadi ikon Kota Bima ini bisa lebih baik lagi.
Usai dari Masjid Terapung, Aji Man dan rombongan menuju taman sebelah timur bagian utara. Disana dia meminta Kepala Dinas PUPR melakukan refitalisasi tugu Ama Hami. Kemudian DLH Kota Bima menata kembali taman setempat. Sebab menurut dia terlihat sangat kumuh.
Kemudian pedagang di area tersebut untuk ditertibkan dengan menyediakan tempat. "Tolong area taman ini dibenahi, kemudian dipasang lampu sorot, agar taman ini terang dan tidak gelap waktu malam," tandas Aji Man di depan jajaran pejabat yang ikut.
Usai berdiskusi di Taman Ama Hami, Aji Man dan rombongan berjalan menuju utara, tepatnya di Terminal Dara. Disana dia mendapati kondisi taman di pojok utara terminal sangat kumuh. Taman tidak terlihat karena dikelilingi pedagang.
Untuk area tersebut, dia meminta agar disaptikan lokasi taman tersebut masuk pada tanggung jawab pemerintah kota atau wilayah terminal. "Saya minta data area ini masuk milik pemerintah kota atau terminal," harapnya.
Kendati nanti area tersebut masuk wilayah terminal, dia tetap akan menata ulang. Karena kondisinya sangat kumuh sekali. Kemudian dia juga menegaskan pada Pol PP untuk mengakan aturan dan menertibkan semua yang tidak sesuai aturan. (nk)
![]() |
Wali Kota Bima, HA Rahman H Abidin menyampaikan pidato pada pembukaan masa sidang ke 6 DPRD Kota Bima, Selasa (4/3) |
![]() |
Mukhtar Landa |
![]() |
Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan menyerahkan bantuan pada korban kebakaran di RT 06 RW 03, Kelurahan Kodo, Kecamatan Rasakan Timur, Senin (3/3) |
![]() |
H Mahfud |
bimanews.id-Pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bima dijadwalkan tanggal 20 Februari 2025. Jadwal itu berdasarkan radiogram yang diterima dari Kementerian Dalam Negeri bernomor 100.2.1.3/698/SJ, tentang panggilan pelantikan kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Bima, H. Mahfud, usai menerima pemberitahuan melalui radiogram Kementerian Dalam Negeri, Jum'at, (14/2).
Mahfud menjelaskan, setelah Presiden Prabowo Subianto telah menerbitkan payung hukum untuk pelantikan serentak kepala dan wakil kepala daerah hasil Pemilihan Kepala Daerah 2024, Menteri Dalam Negeri melayangkan radiogram ke seluruh kepala-wakil kepala daerah terpilih terkait prosesi pelantikan tersebut.
Pelantikan tanggal 20 Februari 2025 tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 13 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pelantikan Kepala-Wakil Kepala Daerah yang diterbitkan pada 11 Februari lalu. Khusus soal jadwal pelantikan tertera di Pasal 22A. Di dalamnya disebutkan, pelantikan digelar pada 20 Februari 2025 dan bisa digelar melewati tanggal tersebut.
Bersamaan dengan terbitnya Perpres No 13/2025, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menerbitkan radiogram bernomor 100.2.1.3/698/SJ yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir atas nama Mendagri. Dalam surat itu tercantum kepala daerah dan wakil kepala daerah dari 481 daerah yang akan dilantik secara serentak di Jakarta, 20 Februari mendatang.
"Untuk jadwal registrasi, chek kesehatan, pengambilan undangan dan tanda pangkat dalam rangka pelantikan Wali Kota Bima dan Wakil Wali Kota Bima Terpilih, H. A. Rahman H. Abidin, SE dan Feri Sofiyan, SH dijadwalkan pada Senin, 17 Februari 2025 sesi 1, pukul 08.00-10.00 WIB bersama dengan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB terpilih serta Bupati dan Wakil Bupati dan Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih lainnya se Provinsi Nusa Tenggara Barat," ujar Jubir Pemkot Bima, H Mahfud.
"Hari Minggu besok, Wali Kota Bima dan Wakil Wali Kota Bima terpilih menuju Jakarta untuk mengikuti persiapan pelantikan. Setelah pelantikan, Wali Kota Bima terpilih akan jalani Retreat di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah mulai 21-28 Februari 2025. Sementara itu, Wakil Wali Kota Bima usai pelantikan akan kembali ke Kota Bima untuk mulai bekerja memimpin Pemerintahan di Kota Bima," sambungnya.
Masih dalam radiogram disebutkan Mahfud, saat pelantikan, gubernur dan wakil gubernur hadir didampingi oleh ketua DPRD provinsi. Demikian juga dengan bupati dan wakil bupati, serta wali kota dan wakil wali kota juga hadir bersama ketua DPRD kabupaten dan DPRD kota.
"Mengingat dalam pelantikan ini akan ada 481 gubernur, bupati, dan wali kota serta 481 wakil gubernur, wakil bupati, dan wakil wali kota. Jumlahnya 962 orang, belum termasuk istri kepala-wakil kepala daerah terpilih," pungkasnya. (red)
![]() |
Pj. Wali Kota Bima H Mukhtar |
bimanews.id-Musibah banjir yang kerap melanda wilayah Kota Bima menjadi perhatian serius pemerintah setempat. Senin (10/2) Pj. Wali Kota Bima H. Mukhtar memimpin rapat koordinasi terkait penanganan banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di Kota Bima.
Rakor yang berlangsung di ruang rapat Wali Kota Bima itu dihadiri sejumlah pejabat terkait, diantaranya, Inspektur, Asisten I Setda, Staf Ahli Bid. Pemerintah Hukum dan Politik, Kepala Bappeda, Kepala BPKAD, Kalak BPBD, Kepala DLH, Kadis Sosial, Kadis PUPR, Kadis Damkar, Kabag Hukum dan Kepala BMKG.
Pj. Wali Kota mengatakan, Rakor ini untuk menentukan jadwal dari siaga bencana ke tanggap darurat apabila terjadi bencana.
"Apabila terjadi banjir susulan, kita berikan langsung peringatan tanggap darurat pada hari itu selama tiga hari, tidak perlu kita adakan rapat lagi," ucapnya.
Ditegaskan, penanganan banjir harus cepat dan meminta semua instansi yang terlibat terus berkoordinasi dengan BMKG terkait informasi cuaca, b untuk meminimalisir dampak terhadap warga.
"Laporan dari BMKG dapat menjadi dasar bagi kita dalam mengantisipasi bencana serta menambah refrensi untuk peringatan situasi darurat untuk kota bima," ujarnya.
Selain membahas langkah tanggap darurat, rapat juga menyoroti penyebab banjir, termasuk sistem drainase yang perlu diperbaiki serta penanganan daerah rawan genangan air.
Rapat ditutup dengan kesepakatan, jika dikemudian hari terjadi banjir susulan, agar segera dikeluarkan peringatan tanggap darurat selama tiga hari tanpa perlu diadakan rapat kembali. (red)
Ad Placement
Subscribe di situs ini untuk mendapatkan update berita terbaru