Panen Raya Jagung, HA Rahman Ajak Petani Beralih ke Tanaman Tahunan - Bima News

Rabu, 02 April 2025

Panen Raya Jagung, HA Rahman Ajak Petani Beralih ke Tanaman Tahunan

Jagung
Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin panen raya jagung di Kawasan Tolol Fanda, di lingkungan Lelamase, Rabu (2/4). 

bimanews.id-Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin menghadiri panen raya jagung di pegunungan Kelurahan Dodu. Kegiatan tersebut dimotori lurah dan kelompok tani setempat

Lurah Dodu Yahya mengatakan, kegiatan  tersebut sebagai penanda bahwa musim panen telah tiba. Di Dodu kata dia, ada sekitar 63 hektare lahan yang ditanami jagung oleh 127 orang petani. 

"Panen  dilakukan warga hingga Mei mendatang," ujarnya saat ditemui di lokasi kegiatan So Tolo Fanda, Rabu sore (2/4). 

Diakuinya hasil pengen tahun ini jauh lebih baik dari sebelumnya. Karena curah hujan cukup bagus mulai masa tanam awal Desember lalu hingga panen ini. 

Yahya berharap  hasil panen jagung tahun ini  terserap dengan baik, dengan harga yang bagus. 

Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin mengatakan, semoga panen tahun ini diberikan keberkahan dari Allah SWT. Walaupun sedikit bisa memenuhi apa yang menjadi kebutuhan. "Saya lihat tanaman jagung sepanjang jalan sangat bagus," katanya. 

Terkait masalah harga kata dia, sudah melakukan rapat. Bulog akan membeli sesuai harga standar  Rp 5.500. Hanya saja yang diserapBulog terbatas, disesuaikan dengan kapasitas gudang yang ada. Untuk masalah ini akan dilakukan rapat lagi dengan Bulog dan CPI. 

Dia juga mengaku akan terus mendukung petani jagung bisa produksi maksimal. Berharap warga bisa berpartisipasi untuk menjaga lingkungan. 

Kenapa ini penting, sebab saat ini ada anggaran sekitar Rp 600 miliar untuk program pengendalian banjir. Tapi kalau anggaran itu dialihkan yang lain warga pasti akan sejahtera. 

"Banjir ini dampaknya sangat buruk, bahkan menelan anggaran  tidak sedikit untuk perbaikan infrastruktur," tegasnya. 

Pada kesempatan itu, H Man  berharap warga untuk beralih ke tanaman keras, tanaman tahunan seperti kemiri. Karena permintaan Kemiri diluar negeri sangat tinggi. Saat ini kemiri Indonesia hanya bisa ekspor ke Arab saja. 

"Ini salah satu solusi untuk kita," gambar mantan Ketua Fraksi Demokrata DPRD Provinsi NTB ini. 

Dia juga mengaku sudah meminta dukungan pada Gubernur NTB untuk pengalihan dari jagung ke Kemiri. Bahkan gubernur kata dia siap  membantu. 

"Saya akan undang warga untuk melihat pemanfaatan tanaman seperti Kemiri," tegasnya. (nk)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda